Pandeglang – CBB.COM.
Proses pembangunan Proyek Jalan Tol Serang-Panimbang terkesan mengabaikan keamanan lalulintas yang melintas di sepanjang jalan Pasir Kadu-Patia.

Pasalnya ; jalan yang di lalui oleh pengguna jalan roda dua maupun mobil berpotensi mengalami gangguan hingga kecelakaan, dikarenakan jalan licin di saat musim hujan,banyak debu saat musim panas, disebabkan tanah merah yang yang diangkut truk untuk kepentingan proyek jalan tol banyak berceceran disepanjang jalan.
Sebenarnya, Mobil-mobil tronton pengangkut tanah urugan sudah berulang kali diberikan himbauan dan teguran,bahkan Mass media melalui tayangkan beritanya.
Namun sampai saat ini belum ada perubahan atau perhatian mobil tronton yang bermuatan tanah yang terkadang terlihat melebihi kepasitas bermuatan melebihi daya angkut. Tampak muatan, yang sampai menjulang ke atas, melebihi bak mobil hingga berjatuhan dari atas mobil ke jalan.
Jika memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan atau lalulintas pengguna jalan, muatan tanah merah yang melebihi bak truk, seharus menggunakan penutup terpal, agar tanah itu tidak banyak berjatuhan ke tengah jalan sepanjang jalan yang dilaluinya.
Heri Ruswadi, ketua bidang Hukum & Ham ( GIB ) Kordinator wilayah Banten, (Rabu 10/05-2023) menyampaikan; Jika pekerjaan Proyek jalan Tol Serang – Panimbang seharusnya bisa menggunakan jalan poros Kabupaten dengan kendaraan pengangkut tanah, ukuran dan kepasitas mobil kecil , tidak harus mobil tronton. Ungkapnya.
Disisi lain kata Heri, Karna di paksakan mobil mobil tronton angkut tanah merah dan melintasi jalan Pasir Kadu sampai Patia, yang ukurannya jalannya sempit dan tidak kuat menahan bobot mobil tronton penuh muatan tanah merah, oleh sebab itu, jalan yang dilewatinya itu mengalami rusak berat.
Heri Ruswadi yang kerap datang ke lokasi jalan Pasir Kadu sampai Patia, dia mengaku kaget dan bertanya kenapa tidak ada upaya untuk mengurangi muatan mobil tronton yang membawa tanah merah, di ganti dengan mobil kecil, dan muatan ditutup terpal agar tanah tidak lagi jatuh berserakan di jalan. Jelasnya.
Ditegaskan Heri, Jika mobil kecil digunakan angkut tanah merah melintasi jalan pasir Kadu sampai Patia, tidak mungkin sampai merusak jalan kabupaten. saat ini jalan Pasir Kadu sampai Patia,mengalami rusak berat.
Dampak dari jalan rusak, warga setempat dan warga umum lainnya pengguna jalan yang melintas di jalan pasir Kadu sampai Patia kini tidak lagi nyaman dan aman,justru merasa khawatir karena rawan kecelakaan.tandas, Heri.

Heri Ruswadi meminta, Pemerintah daerah memperhatikan dampak buruk dari pembangunan jalan tol Serang – Panimbang, serta memperhitungkan kelancaran pembangunan jalan tol yang saat ini berjalan, sekaligus memperhitungkan keselamatan dan kesehatan masyarakat, dari sebab akibat dari debu yang setiap saat mobil-mobil pengangkut tanah merah lalu-lalang antara Pasir Kadu sampai Patia. Pungkas Heri. (isak setiawan).

Leave a Reply