Reporter : Endang Jubaedi. Pemimpin Redaksi : Hairuzaman.
PANDEGLANG – CBB.COM |
Kepala Desa Batu Hideung, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Karsan, diminta untuk menandatangani proyek air bersih yang dikerjakan tahun 2022. Celakanya, pekerjaan itu tak sesuai dengan harapan lantaran tak bisa dimanfaatkan.
“Saya diundang untuk ke Pandeglang, ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Saya sama sekali tidak menduga kalau kedatangan saya ke Kantor DPU Kabupaten Pandeglang itu untuk menandatangani surat pernyataan penerimaan hibah dari pemerintah daerah,” kata Kepala Drsa Batu Hideung. Karsan, pada Jum’at (27/10/2023)

Kepala Desa Batu Hideung tersebut sempat menolak untuk menandatangani surat penerimaan hibah dari pemerintah daerah, Pasalnya, proyek air bersih yang didanai oleh APBD sebesar Rp 437. 477.815, anggaran tahun 2022, itu merupakan proyek air bersih yang dibangun tahun lalu. Namun, kepala desa diminta untuk menerima proyek tersebut, pada Kamis 19 Oktober 2023.
“Saya merasa ragu untuk menandatangani surat pernyataan hibah yang tidak ada nomor dan tanggalnya. Sebab, pekerjaan yang dilaksanakan tahun 2022 itu hingga sekarang tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Kades Batu Hideung.
, merupakan proyek air bersih yang dibangun tahun lalu, dan kepala desa diminta menerima proyek tersebut, Kamis 19 September 2023 kemarin.
Keraguan kepala desa menandatangani surat pernyataan hibah yang tidak ada nomor dan tanggalnya, sebab pekerjaan yang dikerjakan tahun 2022 itu hingga sekarang tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, ujar kades batu hideung.
“Pihak desa menandatangani bukan berarti menerima. Namun, melihat fakta dilapangan kami menolak. Bahkan, saat pengerjaan proyek air bersih tersebut diketahuinya dari masyarakat. Sebab, pihak pelaksana tidak ada koordinasi dan izin ke pihak desa,” kata Kades.
“Sebelum menandatangani surat pernyataan itu saya merasa bingung. Akan tetapi sangat menghargai program pemerintah dan menghargai pihak DPU,” lanjutnya.
Kades berharap pada pihak DPU Kabupaten Pandeglang, untuk menelusuri pekerjaan pembangunan air bersih yang dinilai mangkrak.
“Saya sebelum tanda tangan penerimaan kepada pihak DPU, bukan menerima pekerjaan ini baik, tapi mohon untuk ditelusuri pekerjaan tersebut. Saya tandatangan sebagai bentuk dukungan program pemerintah,” tuturnya.
Ia berharap program air bersih yang sangat dibutuhkan oleh warga sebagai program berkesinambungan. Untuk ke depan agar lebih baik lagi dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Sejumlah warga Kampung Dukuh Handap, Desa Batu Hideung mengaku tidak bermanfaat pembangunan sumur bor yang ada. Karena sudah hampir satu tahun atau setelah selesai dibangun sumur bor tersebut tidak mengeluarkan air, Begitu pula dengan mesin pompa air yang tertanam dikedalaman 20 meter.
Untuk menjaga alat tersebut sudah diamankan oleh Deden, salah seorang warga di kampung tersebut. Baik Dedi maupun Abah Husen (75), warga kampung itu yang berkumpul bersama warga lainnya, menuturkan, untuk persisnya sumur bor tidak berfungsi kurang hafal, Akan tetapi, sudah beberapa bulan, jika tidak salah pada bulan puasa tahun kemarin.
Tahun 2022 yang lalu, warga setempat tidak merasakan air bersih dari sumur bor itu, “Sumur bor yang memilik kedalaman kira-kira 20 meter itu dibangun sebelum bulan puasa tahun lalu, bertepatan dengan musim penghujan”, kata Abah Husen.

Leave a Reply