Jakarta – CBB.COM
Dalam rangka turut serta dalam pemajuan Kebudayaan khususnya Budaya Spiritual, maka Dewan Musyawarah Pusat Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa – Indonesia (DMP MLKI) bekerjasama dengan Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek menyelenggarakanFestival Budaya Spiritual dan Dialog Budaya Lintas Iman yang diselenggarakan di Hotel Acacia Jakarta pada tanggal 25 November 2023.
Festival Budaya Spiritual dan Dialog Budaya Lintas Iman secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek yang diwakili oleh Direktur Kepercayaan dan Masyarakat Adat, Bp Sjamsul Hadi SH. MM. Dalam sambutannya diharapkan agar MLKI dapat menjadi organisasi yang dapat memberikan perlindungan bagi seluruh penghayat Kepercayaan di Indonesia dan memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara dalam memajukan kebudayaan dan menjaga perdamaian bangsa.

Dalam Festival Budaya Spiritual, MLKI mempersembahkan beberapa ritual Kepercayaan dan tari yang bernuansa spiritual disertai dengan pemaknaaannya. Hal ini untuk menepis stigma yang salah terhadap ritual-ritual yang dilakukan oleh masyarakat penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Beberapa Ritual dan Tari yang ditampilkan adalah Ritual Rajah yg merupakan ritual permohonan keselamatan kepada Tuhan sebelum memulai acara. Ritual Layang Saji yaitu ritual puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan sumber kehidupan bagi manusia yang disimbolkan dalam berbagai hasil bumi dan makanan. Ritual Tarawangsa yang menggambarkan proses meditasi pribadi. Tari Srimpi Manggalaretna yang menggambarkan 4 unsur kehidupan yaitu tanah, air, api dan udara yg ada dalam diri manusia. Ritual Hening Doa yang diekspresikan melalui tembang Dandanggulo Kunci. Tari Tortor Parmalim yang menggambarkan interaksi antara manusia dengan alam. Tari Ronggeng Amprok Betawi dan penampilan Musik Keroncong.
Dalam sesi Dialog Budaya Lintas Iman yang dimoderatori oleh Dr. Otto B. Wahyudi, MLKI mengundang para tokoh Agama dan Kepercayaan yaitu
- Ir. Engkus Ruswana, MM (Presidium MLKI)
- Prof. Dr. Zainul Hamdi, M.Ag (Akademisi NU)
- Romo Heri Wibowo (KWI)
- Pdt. Gomar Gultom (Ketua PGI)
- Bp. Jerry Darmawan (Pramabudhi)
- Bp. Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (PHDI)
- Bp. Peter Lesmana (Waketum Matakin).
Diakhir dialog lintas iman, moderator mengajak para tokoh agama bergandengan tangan dan bernyanyi sebagai bentuk deklarasi damai antara umat beragama dan kepercayaan.
Keesokan harinya tanggal 26 November 2023 di tempat yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan Rakernas MLKI Tahun 2023. Rakernas merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap organisasi untuk mengevaluasi kinerja selama satu tahun dan merencakan program kerja di tahun berikutnya.
Rakernas dihadiri oleh 100 orang perwakilan dari 11 provinsi yaitu Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, DI Yogya, Sumut, Lampung, Sulut, Sulbar, Bali dan Kalsel.
MLKI mengundang instansi terkait untuk memberikan pembekalan kepada peserta, yaitu:
- Bp. Sjamsul Hadi, SH. MM., Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat.
- Bp. Hartono, SH, Kasubdit Fasilitasi Kerukunan Umat Bergama dan Penghayat Kepercayaan
- Bp. Bambang S. Hartono, Kasi Pengawasan Aliran Kepercayaan

Dari Bp Sjamsul Hadi menyampaikan bahwa MLKI harus mengupayakan persatuan dan layanan kepada seluruh penghayat kepercayaan. Bp. Hartono menyampaikan agar MLKI dapat mengkonsolidasi seluruh penghayat untuk turut menjaga persatuan dan kedamaian bersama masyararakat baik dalam kehidupan sehari-hari maupun menjelang Pemilu 2023. Bp. Bambang menyampaikan bahwa Kejaksaan di dalam tugasnya memang memberikan pengawasan terhadap aliran agama maupun aliran kepercayaan. Tapi tujuan dari pengawasan tersebut agar jangan sampai terjadi konflik di masyarakat. Khusus kepada penghayat Kepercayaan ditegaskan bhw wajib untuk menyesuaikan Keputusan MK 97/PUU-XIV/2016 dengan mengganti KTP dengan kolom Kepercayaan. (Rical.S/RBA.S)

Leave a Reply