Serang – CBB.COM
Dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kramat Jati, berlokasi di Kp.Curug Bonteng Ds.Kramat Jati, Kecamatan Kragilan Kabupaten Serang-Banten, dibawah naungan Yayasan Banten Sahid Bersinar.
Dapur MBG ini, mulai lounching bulan November 2025 lalu, telah dapat melayani sebanyak 3000 orang penerima mamfaat, terdiri anak-anak sekolah maupun Balita, Ibu hamil,ibu menyusui dan penerima mamfaat lainnya.
SPPG MBG Kramat Jati ini, dalam pelayanannya menerapkan Standard Operational Prosedur (SOP) ketat, berlapis, sesuai Program MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat Nasional Jakarta, sehingga menu yang dikonsumsi penerima mamfaat dijamin ,sehat,bersih,higyenis,dan aman.
Hal itu diungkapkan Wildan, Mitra yayasan pengelola dan penanggung jawab produksi MBG Kramat Jati, kepada beberapa awak media dikonfirmasi dikantor SPPG Kramat Jati Senin (09/02-2026).

Dikatakan Wildan, MBG adalah salah satu program nasional prioritas Presiden Prabowo Subianto, untuk siswa-siswi di sekolah-sekolah mulai dari Paud,SMP/MTS, SMP dan SMA/SMK sederajat maupun penerima mamfaat lainnya. Tentu pada pelaksanaannya, pengolahan bahan untuk menu MBG dan pendistribusiannya harus terjamin dengan memenuhi SOP, serta melalui pengawasan ketat terhadap keamanan, higyenitas, dan kualitas makanan hingga siap konsumsi sampai ke penerima manfaat.kata,Wildan.
Menurut Wildan, Dapur SPPG MBG Kramat Jati, yang dikelola oleh pihaknya itu, mendistribusikan sebanyak 3000 porsi MBG kepada penerima mamfaat, dengan perincian sbb; 2500 porsi untuk anak anak sekolah, PAUD. SD,SMP/MTS dan SMA, sedangkan 500 porsi lainnya, untuk ibu hamil ibu menyusui dan Balita,di wilayah Ds.Kramat Jati, Kragilan.
Dijelaskan Wildan, Pendistribusian MBG, seluruh menu makanan yang diproduksi harus terlebih dahulu melalui tahapan pemeriksaan kelayakan konsumsi secara menyeluruh dan mendapat pengawalan distribusi sampai ke sekolah dan penerima mamfaat lainnya.
“Setiap makanan sebelum dipacking ke dalam ompreng terlebih dahulu diuji bahkan sample nya terlebih dahulu dicicipi oleh chef, Kepala SPPG, serta ahli gizi. setelah seluruh memu MBG telah memenuhi standar sesuai SOP, dan memiliki kompetensi sesuai ketentuan, kemudian didistribusian dan dikawal ”. jelas Wildan.
Wildan, menambahkan, seluruh bahan baku yang digunakan dipastikan diperiksa harus dalam kondisi bersih, aman, bebas bakteri, serta memiliki masa kedaluwarsa yang masih panjang. sehingga potensi risiko kerusakan bahan baku dapat dicegah sejak awal proses produksi.terangnya.
Lebih lanjut, Wildan menjelaskan bahwa tanggung jawab operasional berada pada pihak mitra, sementara pengawasan dapur dikoordinasikan langsung oleh Kepala SPPG dan relawan. Dipastikan setiap hari mendapat pengawalan pendistribusian sampai ke penerima mamfaat.urainya.
Terkait mekanisme penanganan apabila ditemukan laporan makanan yang kurang layak, Wildan menegaskan bahwa pihak sekolah melalui PIC (Person in Charge) dapat segera melaporkan kepada SPPG dan mitra untuk dilakukan evaluasi dan penanganan cepat.

“Setiap laporan akan cepat kami tindak lanjuti melalui koordinasi bersama pihak sekolah, agar permasalahan dapat diselesaikan secara tepat dan tepat”. imbuhnya.
Untuk proses mengolah bahan baku MBG, semuanya terlebih dahulu mendapat pemeriksaan ketat dari Tim Kesehatan dan Gizi sehingga dapat dipastikan semua bahan olahan untuk dimasak dan distribusi MBG siap konsumsi sudah dijamin aman.tegas Wildan.
“Pemeriksaan atau monitoring dilakukan sejak tahap persiapan bahan, proses memasak, hingga makanan diterima di sekolah, sehingga Alham dulillah dan Insya Allah,selama tiga bulan berjalan semuanya berjalan baik-baik saja. sejauh ini belum pernah ada complain menyoal kelayakan konsumsi MBG dari dapur SPPG Kramat Jati”.tandas Wildan
Disisi lain, kata Wildan, dapur MBG Kramat Jati, tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi siswa, tetapi secara nyata dapat berperan dalam menggerakkan perekonomian lokal, kemudian melibatkan UMKM, petani, peternak, selain itu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Karena kami
merekrut atau dapat mempekerjakan sekitar 47 orang relawan di setiap dapur MBG,dan beberapa orang lainnya pada bahagian tertentu.sehingga di dua dapur kami setidaknya dapat memberi penghasilan bekerja kepada seratusan orang warga sekitar. Pungkasnya.(M.M).

Leave a Reply