Agus Flores Murka! Dugaan Bandar Narkoba Aniaya Anggota FRN, Polisi Diminta Bergerak Cepat

Agus Flores Murka! Dugaan Bandar Narkoba Aniaya Anggota FRN, Polisi Diminta Bergerak Cepat

JAKARTA _CBB.COM

Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri, Agus Flores, murka setelah salah satu anggotanya, AW (41), menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh kelompok yang disebut-sebut terkait jaringan narkoba dan mafia hiburan malam di Bandung.

Dengan nada keras, Agus Flores meminta aparat penegak hukum segera menangkap para pelaku, termasuk sosok berinisial RN alias Reggy yang disebut dalam laporan sebagai aktor utama penganiayaan.

“Kalau benar mereka bagian dari jaringan narkoba, jangan coba-coba dilindungi. Siapapun backing-nya, sikat! Negara tidak boleh kalah oleh mafia,” tegas Agus Flores, Senin (25/5/2026).

Kasus penganiayaan terhadap wartawan sekaligus anggota FRN itu terjadi di kawasan Regol, Kota Bandung, Minggu malam (17/5/2026). Korban mengalami luka memar di bagian pipi, tangan, kaki dan bahu akibat diduga dikeroyok beberapa orang.

Laporan polisi atas kasus tersebut telah diterima Polsek Regol dengan nomor: LP/B/105/V/2026/SPKT/POLSEK REGOL/18 Mei 2026.

Menurut penuturan korban AW, insiden bermula ketika mantan istrinya berinisial RR datang ke rumah bersama beberapa rekannya. Situasi memanas setelah salah satu pihak mengambil video tanpa izin di dalam rumah korban.

Korban mengaku sempat memperingatkan agar tidak merekam tanpa izin, namun situasi berubah ricuh hingga terjadi dugaan pengeroyokan.

“Saya dipukul ramai-ramai. Pipi kena, tangan memar, kaki luka. Saya hanya membela diri,” ujar AW.

Namun yang lebih mengejutkan, AW mengungkap dugaan bahwa kelompok RN Cs bukan sekadar pelaku penganiayaan biasa, melainkan memiliki keterkaitan dengan jaringan narkoba dan mafia hiburan malam di Bandung.

Ia menyebut jaringan tersebut diduga memiliki koneksi dengan sejumlah nama lama dalam kasus narkotika dan hiburan malam di Jawa Barat.

Menurut AW, kelompok itu selama ini diduga menjadi pemasok narkoba ke sejumlah tempat hiburan eksklusif di Bandung, termasuk kawasan Banceuy, Braga dan Pasirkaliki.

“Kalau jaringan ini dibongkar total, ratusan pengedar bisa ikut terseret. Ini bukan pemain kecil,” ungkap AW.

Korban juga mengklaim mendapat informasi bahwa RN diduga berencana kabur ke luar negeri bersama istrinya pasca kasus mencuat.

Di sisi lain, AW justru dilaporkan balik oleh pihak RN Cs atas dugaan penganiayaan. Meski begitu, ia mengaku siap menghadapi proses hukum.

Sementara itu, Agus Flores memastikan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

“Saya dengar anggota saya dipukul gerombolan yang diduga terkait narkoba. Jangan merasa kebal hukum. Tunggu saja dijemput aparat,” tegas Agus.

Ia juga meminta aparat penegak hukum tidak bermain-main dalam penanganan kasus tersebut karena dinilai bisa menjadi pintu masuk membongkar jaringan narkoba besar di Jawa Barat.

“Ini atensi serius. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, jaringan narkoba harus dibersihkan sampai ke akar-akarnya,” ujar Agus Flores.

Tak hanya itu, pihak keluarga besar FRN juga disebut ikut turun tangan memburu para pelaku.

“Jangan salah aniaya anggota kami. Sampai ke lubang tikus pun akan dicari,” tutup Agus Flores.

 

Editor_ Yoso

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*