Pandeglang – CBB.COM.
Bansos (Bantuan Sosial) yang di salurkan oleh PT. POS (Persero) Pandeglang, untuk warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Penerima Keluarga Harapan (PKH) secara Tunai yang di terima langsung oleh Keluarga Penerima Mamfaat (KPM).
Pasalnya ; Dalam penyaluran Bansos yang di salurkan langsung di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Prov.Banten, tidak seperti yang diharapkan warga penerima bahkan dikeluhkan.
Justru teknis penyaluran Bansos terindikasi adanya pungutan yang dilakukan oknum Perangkat desa yang diduga menjadi koordinator penyalur Bansos untuk warga PKH.
Warga penerima Bansos pada Program PKH di Desa Muruy mengeluhkan adanya pungutan liar “Pungli” yang tidak jelas peruntukannya yang diduga kuat dilakukan oleh oknum koordinator perangkat Desa Muruy.
Hal tersebut , menurut warga, Oknum inisial (D) dan (P) meminta sejumlah uang dari warga penerima Bansos di ruangan UKS, dengan alasan untuk diberikan kepada para petugas Pendamping PKH.
Perlakuan oknum meminta uang yang dianggap menjadi dugaan unsur pungli, disampaikan oleh dua orang warga Desa Muruy yang beralamat di Kp. Pasir kelapa RT 01/WR 04 berinisil (NR) dan (AJ) kepada awak media, menjelang lebaran Idul Fitri tahun 2023.
Mengetahui hal itu, kalangan warga Desa Muruy, sangat menyayangkan hal tersebut terjadi. Semestinya tidak boleh ada oknum memungut atau melakukan pemotongan uang dari penerima Bansos, Apalagi yang melakukan oknum perangkat desa atau koordinator desa.
Karena dalam aturan Kementerian sosial sudah jelas tidak ada pungutan atau potongan dalam bentuk apapun atau mengatas namakan alasan apapun kepada menerima Bansos.katanya.
Seharusnya masyarakat penerima mamfaat Bansos dari pemerintah,tidak dibebani potongan seperti yang dilakukan oknum koordinator desa itu, memanfaatkan masyarakat miskin untuk mendapatkan uang untuk kepentingan kelompok dengan cara yang tidak benar
ucap warga Muruy selasa (09/05/2023)
Masih di katakan warga Muruy soal pemotongan Bansos,dengan alasan untuk pendamping, Lia, diantara anggota pendamping,ketika diminta keterangannya, Lia, menepis tudingannitu, dia mengatakan ” saya tidak tau soal adanya pemotongan dana” katanya tegas,keterangan Lia,tersimpan dalam rekaman audio.
Menyikapi kondisi masyarakat berharap agar para pendamping PKH dan TKSK dapat bertanggung jawab terhadap isu ini, agar tidak menjadi citra buruk ditengah masyarakat.
Oleh karena itu lanjut warga Muruy , seharusnya Dinas sosial Kabupaten Pandeglang mengevaluasi kinerja anak buahnya di bawah, agar tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh terhadap pungutan Bansos PKH, dan masyarakat menerima utuh bansos tanpa ada potongan dengan dalih apapun. Harapnya.
Sekedar informasi lain, dugaan pungutan program PKH,selain yang terjadi di Desa Muruy,di Kecamatan Menes juga warga mengeluh, “Setiap ada program Bansos selalu di potong 100 ribu rupiah. Oleh sebab itu, kami meminta kepada pihak terkait di kabupaten Pandeglang Dinas sosail dan DPMPD, Inspektorat Pandeglang, menindak lanjut permasalahan yang ada di Desa Muruy,tandas warga. Dapat ditambahkan,sejauh ini Kepala Desa Muruy belum dapat di konfirmasi langsung maupun via sambungan selular.( tim).

Leave a Reply