Jakarta_CBB.COM
Badan Narkotika Nasional (BNN)� membongkar dugaan jaringan peredaran sabu berskala besar di Lorong 6, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, dalam operasi bertajuk Saber Bersinar 2026. Sebanyak tujuh orang diamankan, sementara seorang bandar yang diduga sebagai pengendali utama jaringan, Wawan, berhasil melarikan diri dan kini diburu petugas.
Operasi gabungan yang digelar Rabu (13/5/2026) sore itu merupakan tindak lanjut atas keresahan masyarakat terkait maraknya transaksi narkoba di kawasan tersebut. Informasi warga bahkan sempat viral di media sosial melalui lagu berjudul Siti Mawarni yang menggambarkan masifnya peredaran narkotika di wilayah itu.
Karo Humas BNN RI, Brigjen Putu Putra Sadana, mengatakan Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto langsung memerintahkan operasi penindakan setelah menerima laporan masyarakat Labuhan Batu.
“BNN menindaklanjuti keresahan masyarakat dengan melaksanakan Operasi Saber Bersinar 2026,” ujar Putu dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Dalam penyisiran sejumlah lapak yang diduga menjadi lokasi transaksi sabu, petugas mengamankan tujuh orang masing-masing berinisial RTM (43), S (45), AR (53), ANS (43), AHP (35), T (39), dan A (44).
Tak hanya itu, dari rumah yang diduga milik bandar bernama Wawan, petugas menemukan sabu, uang tunai Rp187.860.000, belasan unit telepon genggam, dokumen kendaraan, hingga sertifikat tanah yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan narkoba tersebut.
Namun saat penggerebekan berlangsung, Wawan bersama beberapa orang lainnya berhasil kabur. Kini mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan tengah diburu tim gabungan.
“Tim terus melakukan pengejaran terhadap para tersangka yang melarikan diri saat upaya paksa dilakukan,” tegas Putu.
BNN menegaskan operasi di Labuhan Batu Utara tidak berhenti pada penangkapan tujuh orang tersebut. Aparat masih mendalami aliran dana, jaringan pemasok sabu, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peredaran narkotika di kawasan yang diduga telah lama menjadi “kampung narkoba” itu.
Editor_Yoso

Leave a Reply