KOTA SERANG_CBB.COM
Proyek Rekonstruksi Jalan Masigit–Terumbu di Kota Serang senilai Rp2,87 miliar dari APBD 2026 menuai sorotan tajam. Warga dan aktivis menilai pengerjaan proyek yang dibiayai uang rakyat itu diduga jauh dari standar kualitas dan terkesan dikerjakan asal jadi.
Temuan di lapangan memunculkan banyak pertanyaan. Mulai dari dugaan material agregat yang bercampur tanah, tidak adanya galian dasar sebelum penghamparan agregat, hingga minimnya penggunaan besi tulangan pada sejumlah titik pengecoran jalan.
Proyek dengan nomor kontrak 620/01/SP/PPK/TENDER-RKNS/BM-DPUPR/2026 tersebut dikerjakan oleh CV. JJ Arbas Utama dengan pengawasan CV. Citra Nusa Konsulindo. Nilai kontraknya mencapai Rp2,87 miliar dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender sejak diteken pada 23 Februari 2026.
Kondisi pekerjaan di lapangan membuat warga khawatir proyek tersebut tidak akan bertahan lama dan berpotensi merugikan masyarakat sebagai pembayar pajak.
“Kalau pekerjaannya seperti ini, apa bisa kuat dan tahan lama? Kami khawatir anggaran miliaran rupiah hanya jadi proyek formalitas tanpa kualitas,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (13/5/2026).
Sorotan keras juga datang dari kalangan aktivis Banten. FR menegaskan proyek infrastruktur yang menggunakan uang rakyat tidak boleh dikerjakan sembarangan dan harus diawasi ketat sejak awal.
“Jangan sampai proyek miliaran rupiah ini menjadi ladang penyimpangan. Pemerintah jangan tutup mata. Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, harus segera dievaluasi bahkan ditindak,” tegasnya.
Menurutnya, dugaan lemahnya kualitas pekerjaan bukan hanya soal teknis semata, tetapi menyangkut tanggung jawab moral terhadap penggunaan APBD.
“Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Kualitas pekerjaan harus benar-benar dijaga. Kalau dari awal sudah diduga tidak sesuai spesifikasi, bagaimana nasib jalannya nanti?” tambah FR.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas PUPR Kota Serang belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai temuan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Editor_Yoso

Leave a Reply