Serang – CBB.COM
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau,Ciujung,Cidurian (PUPR SDA BBWS C3) Banten, Rabu 04/10-2023 di Aula Kantor Kecamatan Kragilan Serang-Banten mengadakan sosialisasi “Peringatan Dini Banjir” pada wilayah terdampak aliran sungai Ciujung,Serang Provinsi Banten. Sosialisasi dimaksud adalah sebagai langkah atau persiapan antisipasi menghadapi situasi yang kemungkinan akan terjadi luapan atau genangan air pada musim hujan setelah berakhirnya musim kemarau beberapa bulan terakhir ini.

Dalam kegiatan sosialisasi ini BBWS C3 melibatkan dan mengundang pihak internal dan eksternal. Sebanyak tiga (3) unsur pimpinan Kecamatan,Carenang,Tirtayasa dan Kragilan, 18 Kepala desa (Tengkurak, Tirtayasa, Puser,Bolang,Walikukun, Sukamaju, Undar Andir, Kragilan, Dukuh, Gandayasa, Panosogan, Malabar, Pamarayan, Nagara, Tambak, Kolelet Cijoro lebak, dan Desa Bojongcae,) bersama Ketua RW/RT desa,Tokoh masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang, Tagana dan pihak terkait lainnya.
Camat Kragilan, Drs.H.Encep Binjamin Somantri,M Si, bersama Kapt. Hariyanto Danramil Kragilan dan Brigka M.Sahari mewakili Kapolsek Kragilan, menyambut baik kegiatan Sosialisasi Peringatan Dini dampak Banjir yang diadakan pihak BBWS C3 Banten.” Kami sebagai tuan rumah, yang mempasilitasi kegiatan sosialisasi ini meng-apresiasi dengan baik karena bertujuan sangat positif terhadap masyarakat yang nantinya ketika pada musim hujan kemungkinan akan terdampak dengan genangan air dari kali Ciujung mulai dari hulu sampai hilir. Oleh karena itu dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat mendapat pemahaman arti pentingnya dari sosialisasi peringatan dini banjir pada musim hujan” urainya.
Kepala BBWS C3, I Ketut Jayada,ST, memaparkan berbagai upaya yang dilakukan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung yang bertujuan penanggulangan banjir yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap masyarakat, terutama disepanjang aliran sungai Ciujung mulai dari Hulu Kabupaten Lebak hingga Hilir Kecamatan Tirtayasa dan sekitarnya. Kami sudah membangun bendungan penampungan air atau resapan air guna mengurangi luapan air saat hujan turun dengan insentitas,sedang maupun tinggi. Kemudian sudah membangun tanggul sungai penahan luapan air dan menambah kafasitas debit aliran air yang sampai saat ini masih terus dilakukan, terang Jayada.
Disamping itu lanjutnya sudah dibangun sarana peringatan Dini banjir melalui tehnologi sistym Prediksi Peringatan Dini potensi banjir , melalui SMS dan Sirine yang sudah dipasang dibeberapa titik yang diprediksi berpotensi banjir. Namun demikian lanjut Jayada, akurasi tehnologi sistym tehnologi Prediksi Dini Banjir itu belum dapat dipastikan 100% akurat. Oleh sebab itu diharapkan kerjasama semua pihak dan tetap waspada dalam mengahadapi situasi saat terjadi luapan air yang mengganggu ketenangan atau aktifitas masyarakat. Sebagaimana kita ketahui bersama, tambah Jayada, bahwa banjir merupakan bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi diluar prediksi. Jadi kita harusnya menyadari dalam hal datangnya situasi air meluap sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling memberi perhatian serius agar jangan sampai berdampak buruk dan kerugian ditengah masyarakat yang terdampak banjir. tandasnya. ” Kita paham bahwa banjir itu merupakan bencana alam yang tidak pernah kita inginkan, namun demikian dalam penanggulangannya seharusnya kita memberi perhatian serius demi keselamatan dan kebaikan bersama”. ucap Jayada.
Dalam kesempatan yang sama Ir.Yeremia Immanuel Sihombing, Konsultan BBWS C3 menjelaskan beberapa wilayah yang berpotensi tinggi tergenang banjir karena dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang didiami masyarakat mulai dari dari Hulu Kabupaten Rangkas Bitung, Kecamatan Cibadak,hingga ke Hilir sungai Ciujung, yakni Kecamatan Tirtayasa, Lebak Wangi, Kibin, Carenang, Kragilan,Cikeusal dan Kecamatan Bandung. Kemudian beberapa desa dengan genangan air tertinggi,diantaranya; Ds.Walikukun, Kec.Carenang, Ds.SukaMaju, Kp.Tambak Pasir Kec.Kibin,dan Ds.Undar Andir,Kec.Kragilan. Oleh karena itu bagi masyarakat waspada banjir dan harus memperhatikan system peringatan Dini Banjir melalui sarana Sirine atau SMS dan segera melakukan antisipasi keselamatan atau di evakuasi, terangnya.

Dijelaskan Yeremia, dibeberapa titik sudah dipasang atau dibangun Sarana Sistem Peringatan Dini Banjir untuk masyarakat yaitu. Di Kecamatan Kibin dan Kragilan lokasi evakuasi SMA Negeri 1 Kibin, Kecamatan Carenang lokasi Evakuasi SDN Walikukun dan Kecamatan Pontang jalur Evakuasi SMAN Kelapian Pontang.
Diakhir Sosialisasi, warga meminta penjelasan dari pihak BBWS terkait pembebasan dang ganti rugi lahan tanggul sungai yang sedang dan yang akan dibangun, status tanah milik warga. Seketika itu warga mendapat jawaban sedang dalam tahap penyelesaian karena ada lahan yang masih dalam tahap perencanaan dan sebahagian pemutahiran data untuk segera dapat dilakukan pembayaran diwaktu dekat.(M.M).

Leave a Reply