Cilegon – CBB.COM
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kota Cilegon bekerja sama dengan Yayasan Gaksa Trans Kultural menyelenggarakan acara Launching (peluncuran) Buku “Tandak Tanah Jawara dan Pelatihan Pantun” bersama Maestro Pantun Singapura, Rohani Din.

Buku berjudul Tandak Pantun Tanah Jawara 2025 merupakan kumpulan pantun yang ditulis oleh puluhan guru asal Kota Cilegon.
Kumpulan pantun yang dibukukan tersebut merupakan hasil kerjasama antara Yayasan Gaksa Trans Kultura bersama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau DPK Kota Cilegon.
Launching dilakukan di Aula DPK Kota Cilegon, Jalan Pangeran Jakarta No. 1A, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Sabtu 15 February 2025
Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan seni pantun sebagai bagian dari warisan budaya tak benda, sekaligus memberikan ruang bagi para penulis dan seniman untuk menampilkan karya mereka.
Pengisi Acara: Miko Afrila – Pantun Musikal. Asyakira Balkis – Pembacaan Puisi. Khoirunnisa – Solo Vokal, dan Rohani Din (Singapura) – Maestro Pantun.

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya: Kepala DPK Cilegon, Dr. H. Ismatullah Syahbudin, M.Pd.
Pembina Yayasan Gaksa Trans Kultural, Ir. H. Agus Ahmad Musabig, M.Eng.
Brois Rinaldi, Ketua Yayasan
Ketua Gaksa Banten, Ega Prayoga dan para Penulis Buku Tandak Tanah Jawara.
Kepala DPK Cilegon, Dr. H. Ismatullah Syahbudin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa acara ini merupakan langkah penting dalam mengembangkan Budaya Literasi dan mempertahankan Tradisi pPantun di Banten. “Kami berharap dengan adanya acara ini, semakin banyak generasi muda yang mencintai pantun dan melestarikannya sebagai identitas budaya bangsa”.ujarnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Gaksa Trans Kultural, Ir. H. Agus Ahmad Musabig, M.Eng, menambahkan, bahwa sinergi antara komunitas budaya lokal dan internasional seperti ini, dapat memperkuat eksistensi pantun di dunia sastra global.

Peluncuran buku Tandak Tanah Jawara menjadi bukti nyata bahwa pantun tetap relevan di era modern. Para penulis buku ini berasal dari berbagai latar belakang yang memiliki kecintaan mendalam terhadap seni bertutur khas Nusantara.
Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berkarya serta menjaga budaya pantun tetap hidup di tengah arus globalisasi. (Ira.s).

Leave a Reply