Serang – CBB COM
Pengelola Kawasan Industri Modern Cikande nyaris rusuh dengan puluhan warga yang mengaku dari pihak perwakilan ahli waris yang mengklaim pemilik lahan yang akan diurug seluas 1414 meter persegi di Blok Hambawang Kp Ciwiru, Ds.Babakan Kecamatan Bandung Kabupaten Serang Banten, para ahli waris itu mempertahankan haknya untuk tidak di urug lahan mereka tersebut sebelum ada penyelesaian. Jum’at(22/08-2025).
Situasi dilapangan dua alat berat yang akan meratakan lahan, oleh puluhan warga meminta kegiatan dihentikan sebelum ada penyelesaian karena pemilik lahan belum merasa pernah menjual tanahnya kepada siapapun.
Salah seorang diantara perwakilan pemilik lahan Hamimi, meminta kegiatan pengurug an untuk sementara waktu dihentikan serta menarik pasukan keamanan (security) Kawasan Modern dan melaporkan kepada pihak management pengelola Kawasan mengadakan musyawarah penyelesaian antara pihak pengelola Kawasan dan pemilik lahan yang belum pernah melepaskan hak nya kepada siapapun. Ujarnya. ” Untuk sementara kami meminta untuk dihentikan pengurugan atau penggusuran tarik pasukan keamanan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan dan secepatnya dilakukan mediasi penyelesaian tanah yang belum pernah dijual pemiliknya”.ucapnya
Dalam situasi itu puluhan petugas security dari pihak pengelola kawasan Modern tidak dapat menghindari terjadi aksi saling dorong dengan warga yang terpicu secara spontanitas antara petugas keamanan security pengelola Kawasan Modern dan warga ahli waris. Salah seorang warga hampir terjatuh akibat terdorong sehingga nyaris terjadi kerusuhan saling Dorong mendorong diatas tumpukan tanah urugan tersebut.
Koordinator keamanan/security , Kawasan Modern , Purnomo yang turun dilapangan secepatnya menengahi keadaan, dan insiden tidak berlanjut dan dia memerintahkan kegiatan urugan dihentikan pasukan keamanan ditarik kembali ke kantor Modern untuk melaporkan situasi dilapangan yang kurang kondusif.
Purnomo, kepada warga , mengatakan pihaknya akan melaporkan ke pihak management Pengelola Kawasan Modern sesuai kondisi dilapangan dan meminta diadakan penyelesaian para pihak dan berharap dalam waktu dekat dapat terselesaikan untuk dapat melanjutkan kegiatan. Urainya.
Warga yang mengaku ahli waris, mengantisipasi kemungkinan akan dilanjutkan pengurug an, sehingga puluhan warga ahli waris bertahan dilokasi berharap setelah usai sholat Jum’at pihak pengelola Kawasan datang kelokasi sengketa dengan niat baik untuk mengadakan musyawarah penyelesaian.
Disisi lain Humas Kantor Pengelola Kawasan Industri Modern dihubungi lewat pesan whatsapp meminta keterangan belum memberi jawaban.
Sekira pukul 13.30 wib,rombongan pengelola kawasan Modern bersama puluhan security kembali ke lokasi sengketa, bermaksud melanjutkan pengurug an. Namun kegiatan oleh warga yang bertahan tetap bersikukuh kegiatan tidak boleh dilanjutkan sebelum ada penyelesaian. Kegiatanpun distop dan pihak Modern bersama security kembali ke kantor Pengelola Kawasan Industri Modern. (team).

Leave a Reply