(Penulis Buku dan Praktisi Pers)
Program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang digulirkan oleh pemerintah dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama para penerima yang notabene merupakan warga yang hidupnya berada di garis kemiskinan. Pasalnya, jumlah penduduk miskin saat ini masih terbilang tinggi.
Adanya program Rutilahu yang tengah gencar dilaksanakan oleh pemerintah saat ini berdampak positif bagi warga yang kurang mampu. Paling tidak, warga yang hidupnya kurang mampu bisa memiliki rumah impian yang layak untuk ditempati bagi seluruh anggota keluarganya.
Hanya saja, dana yang dialokasikan untuk program Rutilahu itu masih terbilang sangat minim. Padahal harga bahan-bahan matetial sekarang ini semakin melonjak. Tak pelak lagi, akibatnya dana program Rutilahu tersebut tidak mencukupi untuk membangun sebuah rumah idaman bagi keluarga miskin.
Dengan minimnya dana yang digelontorkan oleh pemerintah untuk program Rutilahu itu, menjadi permasalahan yang sangat krusial di lapangan. Sehingga harus dicari solusinya agar program Rutilahu bisa berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Dana CSR
Untuk melaksanakan tanggungjawab sosial terhadap lingkungannya, pihak perusahaan/industri diharuskan menyisihkan keuntungannya untuk masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).Hanya saja, sejauh ini masih banyak perusahaan yang belum melaksanakan program CSR untuk kesejahteraan masyarakat. Sehingga hadirnya perusahaan/industri tidak berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan suatu daerah.
Karena itu, pihak pemerintah harus melakukan pemgawasan dan sekaligus menjalin hubungan yang sinergis dengan perusahaan/industri. Kerjasama ini perlu dijalin agar pemerintah mendapatkan dukungan dari kalangan perusahaan/industri dalam melaksanakan pembangunan. Keterlibatan secara aktif pihak perusahaan/industri menjadi salah satu solusi pemerintah guna menyukseskan program pembangunan, terutama Rutilahu. **

Leave a Reply