Pasir Laut di Proyek Revitalisasi SDN 3 Bejod, Warga Desak Pemeriksaan Mutu

*Warga Desak Pemeriksaan Mutu*

CBB COM_LEBAK_BANTEN

Proyek revitalisasi sekolah dasar yang didanai Kementerian Pendidikan Nasional Tahun Anggaran 2026 di SDN 3 Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tengah menjadi sorotan tajam publik. Proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp 906.985.119 ini diduga menggunakan material pasir laut, yang dinilai berisiko menurunkan kualitas dan keamanan bangunan.

Sejumlah warga setempat menyatakan kekecewaannya. “Penggunaan pasir laut sangat berisiko terhadap kekuatan dan daya tahan bangunan, apalagi untuk fasilitas pendidikan anak-anak. Jika dibiarkan, keselamatan siswa dan guru bisa terancam,” ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya, Selasa (06/10/2026).

Kekhawatiran warga kian meningkat setelah diketahui bahwa penggunaan pasir laut tersebut tidak tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek, sehingga menimbulkan dugaan kurangnya transparansi dari pihak pelaksana. Masyarakat pun menilai, sikap ini bisa mengakibatkan mutu pembangunan sekolah menjadi rendah dan hasil revitalisasi rentan terhadap kerusakan dini.

Ketika dikonfirmasi, pihak sekolah bersama Pengawas Proyek Sekolah (P2SP) tidak membantah adanya penggunaan pasir laut. “Memang benar, pasir laut digunakan untuk pekerjaan pemasangan keramik di area sekolah,” ujar salah satu perwakilan sekolah kepada awak media.

Namun demikian, masyarakat dan pemerhati pendidikan mempertanyakan apakah penggunaan material tersebut telah melalui uji mutu yang layak dan prosedur perubahan material sesuai peraturan. Pasir laut diketahui memiliki kandungan garam tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan dalam jangka panjang dan umumnya tidak direkomendasikan untuk proyek pendidikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyedia proyek maupun dinas terkait mengenai proses pengawasan dan pengujian mutu material yang digunakan.

Sementara itu, masyarakat mendesak Pemerintah Daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta pengujian laboratorium terhadap material yang telah digunakan. Transparansi penggunaan dana negara yang hampir mencapai Rp 1 miliar dinilai sangat penting untuk memastikan kualitas hasil pembangunan dan menjamin keselamatan peserta didik serta tenaga pengajar di SDN 3 Bejod tidak dikorbankan demi keuntungan sesaat.”tutupnya. (Red_Yoso)

 

Editor_Hambali

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*