Pembangunan Jalan Hotmix Babak Mesjid Di Desa Sukadame Kec.Pagelaran Diduga Asal Jadi.

Pandeglang – CBB.COM.

Kebutuhan Insprastruktur  jalan sangat di butuhkan masyarakat khususnya di Kabupaten Pandeglang- Banten.

Justru jalan merupakan salah satu sarana yang sangat penting dan vital yang akan akan mempermudah kelancaran  transportasi, yang nantinya dapat memicu kemajuan nyata diberbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam perputaran Perekonomian, Kesejahteraan, dan kemajuan Lingkungan desa yang dinikmati seluruh masyarakat.

Namun pada sisi lain,sangat di sayangkan, pada pelaksanaan pembangunan jalan Hotmix Babak Mesjid di Desa Sukadame, Kecamatan Pangelaran, yang dikerjakan oleh CV.ZYGA WIHANA KARYA, sepertinya kurang mendapat pengawasan dari pihak berkompeten sehingga terkesan asal jadi.

Ahlani, LSM Gempita (Lembaga Swadaya Masyarakat) menyampaikan ke awak media Jumat (05/05/2023). Bahwa pelaksanaan pengerjaan Hotmix di ruas jalan Babakan Masjid Kecamatan Pagelaran terkesan asal jadi, tidak di perhitungkan kualitas Hotmixnya. tutup Ahlani.

Masih menurut Ahlani, Pengerjaan jalan hotmix seharusnya dalam mempersiapkan lokasi yang akan di hotmix haruslah benar-benar lokasi yang sudah memenuhi syarat dan aturan, dan pada pengerjaannya  disaksikan oleh konsultan.terangnya.

Namun sungguh disayangkan sekali, kata Ahlani, pekerjaan hotmix diduga memaksakan pelaksanaan walau terkesan asal jadi. imbuhnya.

Dijelaskan Ahlani;  Pelaksanaan hotmix dalam suhu yang panas, di siang hari ditengah teriknya panas matahari   seharusnya pelaksanaan hotmix jalan tersebut digelar bisa di kerjakan pada pukul 14. 002 atau pukul 16.00 sore hari.

Sebaliknya, Jika hotmix di gelar pada suhu yang dingin akan terjadi keretakan dan bergelombang. Belum lagi kondisi hotmix di pasang diatas jalan yang masih kurang stabil, di sebabkan di bagian tengah terlihat banyak yang bergelombang dan bolong bolong, baru sprit terlihat dari sesih samping yang mengandung tanah yang di tutup oleh hotmix, kemungkinan jalan tersebut kwalitasnya buruk dan tidak dapat bertahan lama,selanjutnya akan mengalami kerusakan, jelas  Ahlani.

Pelaksanaan jalan hotmix yang seperti ini,tambah Ahlani, tentu di sesalkan, karena proyek yang menelan nilai Anggaran yang lumayan besar,tetapi pengerjaannya  di duga tidak mengacu pada spesifikasi pekerjaan yang sudah ditentukan.

Oleh karena hal tersebut, diharapkan pihak terkait atau Dinas terkait harus segera turun ke lokasi proyek guna melakukan, pengawasan dan evaluasi hasil pelaksanaan pekerjaan. Tandas Ahlani.(isak setiawan).

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*