Warga Desa Dukuh Demo,Tutup Jalan Mobil Molen Masuk Lokasi.

Serang – CBB.Com

Hampir seratusan warga Desa Dukuh,Kragilan,Serang-Banten (Jum’at 05/05-2023) kembali terkonsentrasi di jalan tanggul Sungai Ciujung wilayah Desa Dukuh, bermaksud menghentikan kegiatan pembangunan tanggul yang sedang berlangsung.

Karena sebelumnya, Kamis siang hingga sore hari (04/05) warga Desa Dukuh dari 5 Kampung” Nagrek, Dukuh, Palembangan, Krawen dan Kampung Binong” di Kantor Desa Dukuh telah meminta Kepala Desa Dukuh, Harrys Prayitno, menghentikan kegiatan pembangunan tanggul sementara waktu untuk dilakukan pembayaran tanah warga yang belum dibayar pihak terkait atau pemerintah.


Dalam hasil musyawarah warga dengan kepala desa disepakati ; Mulai besok (05/05) kegiatan proyek distop sementara waktu guna dilakukan musyawarah pembayaran atau merumuskan kesepakatan kepastian antara pihak terkait dengan warga pemilik lahan yang terkena pembebasan yang belum menerima pembayaran tanahnya.


Namun Jum,at 05/05, kegiatan proyek berjalan seperti biasa. Didapat keterangan bahwa kegiatan proyek dapat berjalan “Sudah boleh jalan oleh warga”.

Informasi tersebut didapat dari jawaban Lurah Dukuh melalui hubungan What shapp pribadinya.

Menyikapi kondisi itu, warga Desa Dukuh kesal dan kecewa, karena dianggap ada pembangkangan ingkari kesepakatan atau pembohongan terhadap kesepakatan antara warga dan Kepala desa yang telah disepakati bersama sebagaimana hasil musyarah di Balai Desa (04/05) itu.


Warga yang merasa kesal akhirnya selepas sholat Jum’at (05/05-2023) melakukan aksi menutup jalan atau akses yang dilalui Mobil Molen pengangkut material semen cor.

Wargapun beramai ramai memasang portal dan menutup jalan untuk mobil molen,warga terkonsentrasi menunggu adanya pihak yang bertanggung jawab dapat menemui warga untuk diadakan musyawarah kepastian pembayaran tanah yang terkena pembangunan tanggul.


Hingga sore hari sekira pukul 15.30,wib, Kades Dukuh maupun perwakilan dari PP.AMKA,KSO pelaksana pembangunan belum datang menemui warga. Situasi ditempat hujan gerimis tidak menyurutkan niat warga untuk tetap bertahan menunggu diadakan musyawarah,berharap musyawarah dihadiri langsung Kepala desa Dukuh, perwakilan pelaksana proyek dan warga desa Dukuh.

Akibat penutupan jalan itu, Dua (2) unit mobil molen bermuatan semen cor,tertahan dilokasi karena jalan diportal dan dijaga oleh warga sekitar.


Didapat informasi, malam hari selepas sholat Magrib warga mendatangi Kantor kepala desa Dukuh yang tidak jauh dari lokasi aksi warga, mereka berharap dapat dilakukan musyawarah dengan pihak- pihak terkait.

Namun dari sumber informasi lain, di kantor desa tidak ada Kepala Desa. Situasi menjadi kurang kondusif, hingga pukul 22.00 warga masih bertahan dikantor desa, namun yang ditunggu warga tidak kunjung datang, wargapun harus kembali dengan rasa kecewa kerumah masing-masing dengan tertib.(M.M).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*